Ternyata ini Baik Buruknya Binge-Watching!

10 Jul 2019

Hai, Hitsbae! Kali ini, Pucelle mau ngasih tahu soal nonton marathon. Biasanya kita nyebut ini dengan Binge-Watching. Tren Binge-watching semakin marak dibicarakan di jagad dunia maya. Kenapa nggak? Soalnya memang kebiasaan ini diperuntukan untuk Hitsbae yang suka maraton series. Ada yang bilang kebiasaan ini berakibat buruk dan ada pula yang bilang Binge-Watching membawa berkah. Buat kamu yang suka Binge-Watching sambil selonjoran di sofa, sambil makan camilan sampai begadang, akan lebih seru kalau kita bedah soal kebiasaan ini.

Akibat Buruk

Kita sama-sama tahu, sekali terkena wabah series, pasti akan susah untuk berhenti menonton. Ini yang membuat kita punya kebiasaan begadang. Dengan bilang ‘satu episode lagi’ atau ‘ini yang terakhir’ begitu saja berulang sampai tak sadar kalau sudah terlewati enam episode. Untuk itu, akibat buruk yang pertama ialah begadang.
Jangan remehkan kebiasaan ini, karena menurut riset dari Universitas Michigan di Amerika Serikat, makin tinggi frekuensi menontonmu, makin buruk juga kualitas tidurmu. Binge-watching berlebihan juga nggak baik untuk kesehatan mata. Kondisi kurang tidur juga dapat memengaruhi kualitas mood, konsentrasi, dan daya ingat Hitsbae. Seperti yang dikatakan oleh The New Paper, Dr. Kenny Pang, spesialis dari Asia Sleep Center, kalau akibat dari kurangnya tidur bisa membuat kita tempramental dan cepat marah. Nggak mau kan dijauhi temanmu karena sensi-sensi nggak jelas?
Lanjut pada fakta yang kedua, yaitu punya resiko diabetes dan obesitas. Coba bayangin posisimu ketika asyik Binge-watching. Tanpa sadar, kamu bisa tidak bergerak selama dua episode. Coba hitung jika satu episode berdurasi 30 menit. Sekitar satu jam tak ada pergerakan berarti lemak-lemak dari asupan camilan para Hitsbae pun tidak terbakar. Itulah yang membuat kamu punya resiko diabetes dan obesitas. Akan sulit dituntaskan jika penyakit ini sudah menyerang. Apalagi sampai episode finale? Untuk itu, sebaiknya mengatur waktu saat Binge-watching itu perlu kamu perhatikan, ya!

Berkah Binge-watching

Tenang, Hitsbae. Pucelle nggak mau nakut-nakutin terus, kok. Selain akibat-akibat buruk ada juga akibat baik atau berkah dari binge-watching. Salah satunya yang pengen Pucelle bahas itu adalah budaya bahasa. Tanpa sadar kita terbiasa menonton series dari barat. Lambat laun kita akan terbiasa dengan cara mereka berbahasa. Mempelajari percakapan formal ataupun informal. Hal itu yang secara tidak langsung membuka wawasan kita.
Berkah kedua ialah mengetahui budaya populer yang ada di negara tersebut. Setelah mempelajari bahasa, kamu jadi tau hal apa yang tren di sana. Makanan apa yang favorit di sana, apa transportasi mereka, dsb. Wawasan-wawasan itu bisa Hitsbae dapatkan tidak hanya dari buku sejarah yang membosankan.
Selesai dari budaya populer, berkah terkahir yang bisa Hitsbae rasakan ialah pesan moral atau moral value. Menikmati sebuah film berarti juga menikmati satu keutuhan cerita. Kamu bisa menikmati segala lika-likunya. Ada plot saat sedang jatuh ada pula yang bangkit dari kesalahan. Saat itu, Hitsbae bisa mendapatkan pengalaman dan juga pesan moral yang bisa dipelajari.

Dari ragamnya perbincangan soal Binge-watching, kita perlu tahu kalau segala hal ada positif dan negatifnya. Terserah para Hitsbae mau memilih yang mana. Tapi Pucelle sarankan untuk tidak terlalu addict dengan Binge-watching. Bukan soal dampak buruknya, melainkan soal waktu yang perlu kamu perhatikan. Sebab, masih ada teman-teman yang perlu kamu temui. Supaya bisa hangout through time for the better me!

Share