Decision Check

31 Aug 2020

Menjadi seseorang yang mandiri, bukan berarti kamu nggak membutuhkan pertolongan orang lain. Wajar kok, kalau kamu minta tolong sama orang lain. Termasuk saat kamu akan mengambil keputusan. Misalnya minta pendapat orang terdekat seperti keluarga, sahabat, atau pacar. Pendapat mereka bisa jadi pertimbangan. Tapi, nggak selamanya kamu bisa bergantung sama mereka untuk mengambil keputusan. Ada kalanya, kamu harus bisa meyakinkan diri sendiri atas keputusan yang sudah diambil, Hitsbae. Misalnya, saat kamu memutuskan untuk merantau ke luar kota. Entah itu untuk kuliah di kampus impianmu atau bekerja di tempat yang jadi cita-cita sejak kecil. Tapi, kadang muncul pertanyaan ‘bisa nggak yah aku melakukan hal ini?’. Akhirnya kamu jadi ragu sama keputusan yang sudah diambil. Terus, gimana caranya buat yakin dengan keputusan tersebut? Kamu bisa, cek beberapa hal berikut lho, Hitsbae!

Calm Down First
Hitsbae, pernah nggak, akibat terlalu banyak menerima informasi jadinya bikin ragu sama keputusan yang mau diambil? Pasti, nggak mau dong muncul penyesalan di akhir? Yuk, coba pastikan dirimu benar-benar tenang supaya bisa berpikir jernih saat mengambil keputusan, HItsbae! Pikiran yang jernih nggak terpengaruh sama rasa takut, cemas, dan emosi lainnya. Emosi ini yang biasanya jadi penghalang buat mengambil keputusan. Misalnya, saat kamu sudah janjian dengan sahabatmu. Katanya masih di jalan, tapi sahabatmu tak kunjung datang. Karena, waktu menunggu sudah terlalu lama dan sahabatmu tidak ada kabar, akhirnya kamu emosi untuk membatalkan janjiannya. So, calm down first, Hitsbae! Think positive and let the bad vibes out of you!

How About The Risk?
Kalau kamu sudah bisa tenang dan berpikir jernih, ini saatnya untuk memikirkan risiko. Memang, nggak ada keputusan yang sempurna. Setiap keputusan pasti ada risikonya. Tapi, kamu bisa kok mempertimbangkan risiko dan dampak positifnya dari setiap pilihan. Dengan mengetahui hal tersebut, kamu jadi bisa melihat lebih jelas mana keputusan yang paling tepat untuk diambil. Misalnya saat kamu memutuskan untuk kuliah di luar kota dan menjadi anak rantau. Pasti banyak banget risikonya. Misalnya jauh dari rumah, harus beradaptasi dengan lingkungan baru, dan risiko lainnya. Nah, kamu bisa coba pikirkan risiko yang mungkin terjadi. Untuk bisa mengantisipasi dan menghadapi kemungkinannya di kemudian hari. Hal ini bisa membantu kamu yakin tentang keputusan yang kamu sudah ambil.

Listen To Your Heart
Saat kamu sudah bisa mempertimbangkan segala risiko dari keputusan yang akan dipilih, ini saatnya dengarkan kata hatimu. Memutuskan sesuatu dengan mendengarkan kata hati, bisa mengantarkan pada berbagai hal positif. Tapi, sulit juga kalau kamu belum terbiasa untuk mendengarkan kata hati tanpa dipengaruhi pikiranmu. Misalnya, kamu memutuskan untuk bekerja pada bidang yang belum pernah kamu tekuni. Biasanya mengerjakan desain grafis, kini kamu coba menekuni bidang menulis. Awalnya, bertujuan untuk menambah pengalaman dan belajar hal baru. Tapi, seiring berjalannya waktu kamu mulai merasa nggak nyaman. Saat seperti ini, kamu bisa coba mendengarkan kata hati. Hal apa yang nyaman untuk kamu lakukan.
Mengambil keputusan memang hal yang sulit. Tapi, menentukan keputusan yang tepat itu jauh lebih sulit. Saat kamu sudah berhasil menentukan keputusan, berarti kamu sudah menjadi seseorang yang berani untuk menghadapi resiko di kemudian hari.

Share